Selasa, 16 Juni 2009

Lina, Kicky dan Fara adalah sahabat ku dari kecil yang g pernah terpisahkan
Lina ma Fara temen dari TK, kalo Kicky dari SD
Kalo pergi ma mereka selalu aja ada kejadian aneh bin memalukan
Salah satunya terjadi kemarin waktu kita berenang ke Sendang Sari. Kejadian bermula saat Fara berlagak renang denga gaya punggung, tapi karena dia engga liat ke belakang, tanpa sengaja Fara nabrak seorang anak kecil yang lagi berenang. Fara pun Cuma nyengir sama tu anak dan melanjtkan berenang, dia engga liat kalo tu anak kecil ngeliatin Fara dengan tatapan penuh dendam. Terus selanjutnya, tiap Fara berenang ngelewatin tu anak, pasti c anak itu nyemprot Fara pake air. Dan kejadian pun memuncak saat c anak kecil itu semakin autis dan dengan barbarnya menyemprot kita semua dengan air. Fara yang ga mau kalah pun meniru gerakan c anak kecil itu dan menyemprotnya dengan air.
Gerakan pertama…
Anak kecil : Bergaya bak power ranger dan menyemprotkan air
Fara : gamau kalah gaya dan meniru power ranger dengan lebih lebay
Gerakan kedua…
Anak kecil : Bergaya bak ballerina
Fara : Idem
Gerakan ketiga…
Anak kecil : Entah melakukan gerakan apa
Fara : Idem
Gerakan keempat…
Anak kecil : semakin barbar dengan gerakannya
Fara : Heh piye ke??? Anak kecil e barbar banget!!!!
Lina : cuekin wae Far!!!
Dan akhirnya kita berempat sepakat nyuekin anak kecil tersebut dan berjalan ke pinggir kolam renang. Engga disangka tuh anak kecil ngikutin kita!!!
Kita pun memutuskan untuk naik ke atas dan anak kecil tersebut masih dihadapan kita dan sekali lagi melakukan gerakan aneh.
Pertamanya c tetep kita cuekin. Tapi c anak terus dan terus, lagi dan lagi melakukan gerakan aneh dan menyemprot kita dengan air.
Kicky : terus aja, malah enak kok, seger!!!!
Fara : iya seger bgt!!!
Anak kecil : terus menyemprot tanpa henti
Satu menit….
Dua menit….
Fara : Asem ke!!!! Dingin!!!!
Kicky : Iya, dingin!!!!
Akhirnya Lina pun mengajak anak kecil tersebut kenalan, dan saat Lina menanyakan namanya dia pun menjawab dengan suara manja ank kecil yang malu-malu. Ternyata namanya Body!!!!
Semenjak itu, anak kecil tersebut pun selalu ngikutin ke mana pun kita pergi. Kita ke ujung utara, dia ikut. Ke ujung selatan, dia ikut.
Puncaknya terjadi saat kita memutuskan untukj pindah ke kolam kecil untuk naik selurutan. Dia berteriak-teriak dan berkata ,”Tunggu!!! Aq ikut!!!”
Tapi kita keukeuh nyuekin dia dan terus berjalan kea rah selurutan. Akhirnya c anak kecil itu sadar kalo kita cuekin dan dia pun akhirnya udah ga ngikutin kita lagi. Tapi tiba-tiba kita semua dilanda perasaan bersalah tapi Fara dengan riangnya bilang . “Udah c engga apa-apa. Anak kecil be!!” dan ia pun tertawa senang karena bebas dari anak kecil tersebut. Dan kita pun dengan gembira naik selurutan
Setelah puas, kita pun kembali ke kolam dalam. Kita kira kita udah terbebas dari Body, ternyata begitu kita ke kolam dalam, Body pun menghampiri kita dan melakukan aksi-aksi anehnya lagi
-
--
---
Pulang dari kolam renang kita memutuskan untuk beli bakso. Setelah kenyang makan bakso, kita pun pulang dengan riang gembira
Saat mengobrol dengan riang di lampu merah, aq ngerasa ada yang aneh dari Fara. Dan tiba-tiba Fara megang kepalanya.
“Helm qu!!!! Helm qu ketinggalan!!!!”
Ternyata helm Fara ketinggalan di tempat bakso tadi. Kita pun akhirnya kembali lagi ke sana. Sampai di sana, tukang parkir dan bapak-bapak penjual bakso tertawa saat memberikan helm ke Fara.
-
--
---

Berenang bersama Bubun dan Chowming

Hampir sebulan ini tangan kanan Bubun sakit, gatau itu penyakit apa. Kata dokter c berhubungan ma kepadatan tulang Bubun. Alasan tersebutlah yang membuat Bubun akhirnya memutuskan untuk berenang di hari Jumat bersama teman-temannya untuk melatih tangan kanannya yang sakit. Tapi tentu saja dengan mengajak anaknya yang paling imut ini
Karena gamau berenang sendirian bersama Ibu-ibu 40 tahun keatas, akhirnya aq pun memaksa chowming untuk ikut berenang bersama Pertama c Chowming yang lagi asik tidur itu gamau diajak berenang, tapi karena keimutan qu ini Chowming pun luluh
Finally hari Jumat itu aq, Chowming dan Bubun berenang bersama-sama di Tirto Sari
Aq kira Bubun renang ma temen-temannya itu ada gurunya, ternyata engga!!! Dan aq kira Chowming bisa berenang dikit-dikit, ternyata TIDAK SAMA SEKALI!!!
Ya, dan akhirnya aq ngajarin Bubun dan Chowming berenang, untuk pertama kalinya dalam hidupku, aq ngajarin orang berenang loh
Menit pertama….
Aq : Ayo tangannya pegangan di pinggir kolam renang, terus kakinya digerak-gerakin kayak gini :O (meragain)
Bubun dan Chowming pun berusaha meniru gerakan qu dan berhasil
Menit kedua…
Tiba-tiba entah kenapa gerakannya jadi kacau
Aq : Loh…loh…pantatnya naik!!! Jangan turun!!!
Bubun dan Chowming : Ga bisa!!!
Aq: Gini loh kayak orang tengkurep (meragain lagi)
Menit kelima
Bubun : Udah ah capek!!! Bubun kan mau berenang buta gerakin tangan, tapi kenapa ini malah kakinya terus yang digerakin???
Aq dan chowming : ya kan bertahap Bubun. Belajar renang itu kakinya dulu baru tangan.
Bubun : Bubun mau berenang sendiri aja (Bubun pun melanggang pergi)
Aq pun hanya bisa bengong
Ok berlanjut ke Chowming. Akhirnya Chowming pun udah bisa gerakan kaki dan akhirnya aq ngajarin ngambil nafas.
Menit pertama…
Aq : gini chowm (meragain) ambil nafas di atas, terus di dalem buang
Chowming: haaaaaaah (ambil nafas dan mencelupkan kepalanya ke air)
-
--
---
----
-----
Aq : Chowm kok ga muncul-muncul!!!! (berteriak histeris)
Chowming : blplplplplplplplp (muncul terengah-engah)
Aq : Dasar Chowming, ngambil nafas itu jangan lama-lama!!!!
Dan chowming pun hanya nyengir.
Finally, chowming udah bisa ambil nafas. Aq pun akhirnya nuntun Chowming berenang
Aq : (posisi siap) Ayo Chowm!!!!
Dan Chowming pun berenang. Mencelupkan kepalanya, menggerakan kakinya dan…….
Aq : WAAAAAAAAAAAAA
Aq berteriak histeris saat Chowming ngambil nafas. Kenapa aq teriak??? Karena waktu Chowming ngambil nafas kepalanya muncul, mulutnya mangap sangat besar dan seolah-olah seperti hiu yang siap menerkam mangsa ditambah lagi rambutnya yang panjang menutupi muka bikin Chowming jadi kayak Sadako di film The Ring. Bayangkan saja sendiri!!!!
Hal itu terus berlanjut hingga akhirnya aq biarkan Chowming berenang sendiri. Dan akhirnya aq pun juga bisa renang sendiri
Waktu berenang, aq papasan ma Bubun. Ternyata Bubun sedang melakukan gerakan aneh yang entah apa. Kakinya lari-lari sendiri terus tangannya gerak-gerak kayak tangan kalo orang renang gaya bebas. Begitu terus berkali-kali. Aq pun menghampiri Bubun.
Aq : Bubun lagi ngapain???
Bubun : Berenang
Aq : Kok rambutnya ga basah???
Bubun : Harus y??? yang penting kan tangannya gerak (berlalu pergi)
Aq : (bengong)

-
--
---
----

Sabtu, 11 April 2009

agagagagag

Wowowowowowow
Udah luama banget aq engga ngeblog, coz bete juga awal-awal ngeblog blognya ga bisa di search di google, ok tapi sekarang udah engga lagi
Hahahahahaha
Sebenernya ada buanyak banget kejadian-kejadian aneh bin ajaib yang aq alami,tapi males juga ceritanya, sebagian udah agak-agak lupa gitu. Tapi ada satu kabar yang sangat membahagiakan, yaitu aq keterima di UI!!!!Sastra Korea UI!!!! Senangnya…
Hhahahahahaha
Karena bentar lagi mau kuliah di Depok, mulai sekarang secara resmi aq mau ber elo gue elo gue akh…
Ok karena gue ga tau mau nulis apa lagi, gue pamit dulu



Agagagagagagagagag saking lamanya gue engga ngeblog, gue lupa alamat email gue

Selasa, 03 Februari 2009

Meringankan Beban Kesedihan dengan Berbagi Kebahagiaan

80 menit pelajaran Bahasa Indonesia tadi siang memberikan saya banyak pelajaran.
Bermula dari pembahasan bab drama, lalu Bu Diana berkata bahwa mengeluarkan kesedihan melalui ekspresi-ekspresi drama itu sangat membantu dibandingkan mengeluarkan ekspresi dengan cara menangis dan beliau juga berkata,"Wajah-wajah kalian itu wajah-wajah yang bermasalah."
Wooow, ucapan yang menohok memang, tapi itulah adanya.
Ya, kita memang bermasalah. Bukan bermasalah dalam artian nakal atau bagaimana, tapi ya kami sedang mengalami masalah. Masalah yang menurut saya adalah masalah yang abstrak. Karena masalah tersebut berkenaan dengan pikiran-pikiran akan masa depan yang terasa mengambang. Semua ketakutan dan rasa ingin tahu bercampur jadi satu dan menghasilkan pikiran-pikiran negatif yang abstrak.
Lalu Beliau kembali berkata, "Cobalah kalian mencoba meringankan kesedihan kalian dengan berbagi kebahagiaan. Bisa dengan cara memberi makan orang fakir atau memberikan sesuatu untuk anak yatim. Saat itulah kalian akan menyadari bahwa kalian bukanlah orang termalang di dunia. Masih banyak orang-orang yang mengalami nasib kurang beruntung. Dan mengetahui hal tersebut setidaknya akan mengingkatkan kalian pada Allah dan akan semakin bersyukur pada-Nya dan rasa sedih itu pasti setidaknya akan berkurang."

Senin, 02 Februari 2009

fasting day

hoaheeeem.....
ngantuk...
tapi ga bisa tidur...
dan aq putuskan saja untuk ngeblog :D

hmmmm...
ternyata puasa pada saat hujan deras turun dan angin dingin berhembus lebih susah dibanding kalo puasa pada saat matahari bersinar terik
why????
karena di saat hujan bawaan'y pengen makan terus
tiap kali liat temen2 yang dateng ke kelas bawa gorengan panas (nyumiii :|) kayak'y iler qu udah mau keluar aja dan seolah2 kaki qu siap berlari dan tangan pun siap untuk menyambar gorengan tersebut dari tangan korban :P
dan tiba-tiba korban menyadari bahwa dirinya sedang diincar oleh makhluk gendud di hadapan'y

korban : bul...kamu mau?
aq :...(masih membayangkan makan itu gorengan dengan tingkat kemupengan yang sangat tinggi)
korban : bul??? (mengibas-ngibaskan tangan di depan muka qu)

hmmmm sebener'y bisa aja saat itu juga aq samber tuh gorengan dan menghabiskan tuh gorengan tanpa ampun
aq : eh...aq lagi puasa
korban : owh...(kaget) sorry ya...(buru-buru pergi)
aq:... :|

ok, dan akhirnya saat maghrib berkumandang saat itu juga aq melakukan pembalasan :P
dengan kalapnya aku ngabisin sepiring somay, sepiring nasi, bakwan (tak terhitung jumlah'y saking banyak'y ngambil), sebungkus roti, seplastik krupuk pangsit dan setelah puas menghabiskan itu semua tiba-tiba kurasakan kalo perutku amat sangat kekenyangan dan mual :|
saking kenyangnya sampe2 kebawa mimpi segala
aq mimpi makan somay ga berhenti2 padahal udah kenyang banget dan akhirnya aq jadi genduuuuuuud banget!!!!


:|

Saya pintar tapi bodoh :p

aaaaaa....
udah dari hari Kamis kemaren sekolah qu ngadain try out UN
yah sejauh ini sih berjalan lancar (bo'onk dink :p) sampai tadi pagi saat hujan deras turun dan aq masuk ke kelas dalam keadaan basah dan nyengar-nyengir ga jelas, duduk tenang dan tersenyum dengan PD-nya dan sangat yakin try out ekonomi hari ini akan berjalan lancar.
Iseng-iseng aq lirik kanan, lirik kiri, lirik belakang dan tiba-tiba aq liat temen qu baca buku geografi!

aq : Vo la kamu ngapain kok bacane buku geografi sih???? (wajah sotoi)
uvo : la hari ini try out e geografi c!!!
aq : ngarang e dant!!!! (dengan pedenya!!!)
deista : geografi le Bul!!!
aq : OMG!!!! aq belajar e ekonomi!!!!!

dan bel pun berdering...

balon : napa bul? wajahmu fales banget???
aq : aq salah belajar bal
balon : wong edan :|
aq : ...

dan akhirnya...
pagi tadi qu lalui try out dengan cengar-cengir kayak orang blo'on


:|

cinta...

Sore itu angin berhembus pelan memberikan kehangatan bagi siapa saja yang menikmatinya. Ia berjalan pelan ke arah bangku di bawah pohon beringin. Wajahnya menyiratkan perasaan sedih yang tertahan. Rambutnya melambai indah dihembuskan angin sore. Ia duduk di bangku itu sendiri. Ia terdiam, terhanyut dalam perasaan sedihnya.
Sudah lama aku memperhatikannya. Ia selalu menghabiskan sorenya di sini, membawa sebuah surat dan membacanya. Terkadang ia tersenyum. Seringkali ia tertawa sampai air matanya menetes membaca surat-surat yang dibawanya. Aku suka caranya tertawa. Saat ia tertawa, hatiku ikut bahagia, burung-burung ikut bernyanyi, awan tersenyum dan bersiul, daun-daun di pohon bergemerisik, menari gembira. Menghasilkan harmonisasi alam yang indah.
Ia tersadar dari lamunannya lalu ia membaca sebuah surat di tangannya. Tidak lama kemudian ia menangis. Hatiku teriris melihatnya menangis. Aku ingin merangkul dan menenangkan hatinya. Aku ingin menghibur dan menghapus air matanya. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa. Aku hanya bisa terdiam di sini, memandangnya dari sini.
Aku berbisik pada burung-burung, “Menyanyilah kawanku, hiburlah hatinya. Aku sakit melihatnya menangis.”
Aku memohon pada awan, “Kawanku, belailah dia dengan hembusan hangatmu.”
Aku berkata pada pohon, “Ayo kita menari kawan!”
Angin membelai lembut rambutnya. Burung-burung mulai bernyanyi diiringi tarian pepohonan. Tapi ia masih saja menangis. Hatiku semakin pilu melihatnya. Ia masih saja terlarut dalam kesedihannya.
“Berhentilah kawan, kita beri waktu untuknya,” ucapku sedih.
Suasana kembali sepi. Yang terdengar hanya isak tangisnya. Aku sedih, sangat sedih. Ingin aku memukul orang yang telah membuatnya menangis. Tapi aku tidak bisa berbuat apa-apa.
“Jangan menyerah kawan! Kita tunjukkan padanya bahwa dia tidak sendirian. Ayo kita menyanyi dan menari,” hibur burung-burung.
Aku tersenyum, “Kau benar, kita tidak boleh berhenti.”
Kami terus menari dan menyanyi. Kami tak pantang menyerah untuk menghiburnya. Burung-burung terus menggodanya, berkicau dan bersiul mendekatinya, menari-nari di atas rambutnya yang elok. Angin terus membelainya lembut, memberikan kehangatan dan menghapus air matanya. Daun-daun bergemerisik memberikan ketenangan.
Aku berbisik, “Ceritakan keluh kesahmu, Sayang. Jangan kau menangis.”
Perlahan-lahan tangisnya berhenti. Ia mengambil saputangan di sakunya dan mnghapus air matanya.
Tiba-tiba hand phonenya berbunyi nyaring. Ia segera mengambilnya di saku dan membaca sebuah pesan singkat. Ia tersenyum kecil membaca pesan itu.
Aku lega melihat senyumnya.
“Teruskan kawan-kawan!” pintaku sambil tersenyum.
Kami terus menghiburnya hingga ia tertawa, melihat burung-burung yang bernyanyi riang. Ia tersenyum merasakan desiran angin dan gemerisik dedaunan. Gurat-gurat kesedihan di wajahnya perlahan-lahan hilang.
Ia terus duduk menikmati sore yang indah hingga akhirnya ia memutuskan untuk pergi. Ia berdiri dan membuang suratnya lalu pergi menjelang hari esok yang penuh cinta.
Aku memohon pada angin untuk membawa surat itu padaku. Angin tersenyum dan menghembuskan kekuatannya hingga surat itu tersangkut di salah satu dahanku. Aku membaca surat itu perlahan, surat yang telah membuatnya menangis.

Adikku sayang…
Aku sedih mendengar kenyataan ini. Aku menangis, sesungguhnya aku tak rela dan ingin menepis semua kenyataan ini. Tapi aku tidak ingin menjadi seorang anak yang durhaka. Aku memilih untuk melihat kebahagiaan Ibuku, wanita yang telah membesarkanku. Aku mencintaimu, tapi aku lebih mencintai Ibuku dan Tuhanku. Kebahagiaannya adalah kebahagianku walaupun aku harus mengorbankan perasaanku.
Sebenarnya aku sangat hancur saat aku tahu bahwa kau, kekasihku ternyata adik tiriku. Tapi cinta kita tidak mungkin bersatu karena kini kau saudaraku. Biarkan cinta ini menjadi abadi dengan kasih sayangku sebagai kakakmu. Aku tidak bisa melihatmu menangis, tapi aku lebih tidak bisa melihat Ibuku menangis dan aku tidak sanggup menerima amarah Tuhan apabila kita tetap melanjutkan hubungan kita.
Relakanlah aku sebagai kekasihmu, tapi terimalah aku sebagai kakakmu. Sayangi aku selayaknya kau menyayangi kakakmu. Jangan bersedih adikku. Terimalah ini semua dengan lapang. Mungkin kita memang bukan jodoh. Kita ditakdirkan untuk menjadi saudara, bukan sepasang kekasih. Tersenyum dan berbahagialah untuk kebahagiaan orang tua kita dan juga kebahagiaanku. Sesungguhnya tak ada yang lebih membahagiakan lagi selain melihat orang yang kita sayangi tersenyum bahagia.
Adikku sayang, percayalah bahwa bersamamu adalah hal terindah yang pernah aku terima dalam hidupku. Percayalah bahwa aku sangat menyayangimu. Percayalah bahwa cinta datang dalam bentuk apa saja. Percayalah karena kau hanya butuh rasa percaya itu…

Aku menangis membaca surat itu seolah-olah aku ikut merasakan apa yang gadis itu rasakan. Angin membelaiku lembut dan membisikkan kata-kata penghibur.
“Tapi aku juga mencintainya. Aku tak sanggup melihatnya menderita,” isakku pada burung-burung.
“Percayalah ia akan bahagia,” ucap burung-burung.
“Aku sangat mencintainya…” isakku lagi.
“Percayalah ia juga mencintaimu,” bisik angin.
“Bagaimana mungkin? Ia seorang manusia dan aku hanyalah pohon,” ucapku sedih.
“Ia selalu menjagamu. Ia selalu merawatmu. Bukankah itu cinta? Ia juga mencintaimu. Ingatlah anakku, cinta bisa datang dalam bentuk apa saja. Ia tidak pernah meninggalkan kita,” ucap angin bijaksana.
Apa yang dikataknnya benar. Aku pun tersenyum dan berhenti menangis. Ya, cinta selalu ada dan ia datang dalam bentuk apa saja. Andai saja semua manusia menyadari hal itu. Aku yakin dunia ini akan selalu terjaga keindahannya.